Kuncian Pandemi dan Puasa

Oleh Hardian Eko Nurseto (Parti Gastronomi)

Ilustrasi oleh Shilfina Putri

Genap satu bulan masa dimana kita terpaksa #dirumahaja / swakarantina demi mengatasi penyebaran covid 19. Setiap orang beradaptasi dan mulai menemukan ritme hidup dalam keterbatasan ruang gerak. Kita mulai mengelola ruang tempat tinggal masing-masing, mengatur ruang kerja maya โ€“ meja tamu yang hanya berfungsi saat kita kedatangan orang penting kini menjadi alas laptop untuk menyambungkan kita dengan dunia luar melalui pertemuan-pertemuan virtual. Jam kerja yang hilang berbaur antara kegiatan domestik, lupa hari karena kabur batas-batasnya. Tak terlihat lagi bapak-bapak berjalan pergi solat jumat, padahal itu menjadi tanda bahwa esok adalah weekend. Tak terlihat lagi anak-anak berseragam lengkap di pagi hari untuk upacara pagi di sekolah dan menjadi penanda awal minggu.

Berjemur di pagi hari menjadi hobi baru jutaan manusia menggantikan lari pagi dan bersepeda. Berimajinasi tentang sesuatu diluar sana yang kini terasa sangat mewah โ€“ berada di keramaian, menjadi pengisi lini masa di sosial media. Memori saat Bersama teman berpesta kelulusan, adrenaline yang pecah saat menonton konser musik,  atau sekedar hanya duduk-duduk di warung kopi bercerita tanpa ujung. Semua tatanan kini berubah entah akan kembali lagi, atau menemukan wujub barunya nanti. Namun ada satu hal yang tak berubah dalam masa pandemi ini, yaitu kebutuhan untuk MAKAN demi mempertahankan hidup.

MAKAN sebagai kebutuhan dasar manusia kedua setelah bernafas, apapun kondisinya harus terpenuhi, meskipun ada penyesuaian-penyesuaian karena #dirumahaja. Mengatur ketersediaan bahan makanan menjadi penting, karena kini tidak bisa lagi setiap hari ke pasar. Memastikan semua bahan bisa digunakan maksimal untuk menimalisir bahan yang terbuang. Daaaannnnnn saat semua perubahan ini dirasa sudah menjadi normal karena diulang tiap hari, datanglah bulan puasa di tengah pandemi. Tentu kita harus memutar otak juga untuk menjaga stok makanan dan mengelola waktu memasak. Karena nyaris hanya memasak saat sahur dan menjelang berbuka puasa. Untuk menyiasati waktu memasak agar efisien, utamanya saat sahur dimasa pandemi ini, saya menyiapkan beberapa kuncian, yaitu bumbu dasar dan kaldu.

Bumbu dasar, utamanya bumbu putih paling sering saya gunakan untuk memasak cepat, menumis sayuran, bikin mie godog dan nasi goreng. Dengan bumbu dasar ini kita bisa menghemat waktu, mengupas, mencuci, mengiris, dan menghaluskan bumbu. Kuncian kedua adalah Kaldu, biasanya saya bikin kaldu dari ayam, terkadang juga dari kulit udang jika kebetulan sedang masak udang dirumah. Kaldu menjadi kuncian penting dalam memasak, saat tiba-tiba ingin bakso, shabu shabu, hot pot, tomyam, bakmi godog, atau ingin membuat sayur sop dengan cepat, membuat bubur, juga menjadi pelengkap rasa saat menumis sayur. Kali ini saya akan membagikan dua resep 2 kuncian utama untuk teman-teman yang memungkin bisa menjadi jalan pintas untuk efisiensi waktu memasak selama pandemi ini.

Bumbu dasar putih

Bahan-bahan:

  • Bawang putih             150 gr
  • Bawang merah           300 gr
  • Kemiri                         50 gr
  • Lengkuas                     2 ruas jari
  • Minyak goreng            3 sendok makan
  • Garam                         2 sdt
  • Gula                            1 sdt

Cara memasak

  1. Sangrai kemiri hingga kecoklatan
  2. Kupas bawang merah, bawang putih, dan lengkuas. Lalu cuci bersih, karena bumbu akan disimpan lama, kebersihan menjadi salah satu kunci utama agar bumbu tahan lama
  3. Haluskan semua bahan (bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas) menggunakan blender, bisa tambahkan minyak goreng untuk mempermudah proses.
  4. Setelah bumbu halus, masak bumbu dengan api kecil hingga wangi dan berubah warna kecoklatan.
  5. Tambahkan garam dan gula (sesuaikan dengan selera); garam juga bisa menjadi salah satu bahan untuk mengawetkan bumbu.
  6. Setelah matang, tiriskan, masukan kedalam toples kedap udara, jika disimpan di dalam lemari es bisa tahan 1-2 bulan.

Cara menggunakan

  1. Ambil 1-2 sendok bumbu dasar (sesuaikan dengan jumlah sayur yang akan dimasak). Biasanya jika untuk 1 porsi nasi goreng saya menggunakan 1 sendok bumbu dasar ini.
  2. Panaskan kembali, lalu lakukan proses menumis sayuran
  3. Bisa tambahkan cabe merah saat memasak dan tomat untuk memperkaya rasa saat menumis.

Kaldu ayam kampung

Bahan-bahan:

  • Ayam kampung / ayam pejantan utuh          1 ekor
  • Wortel                                                             1 buah
  • Daun bawang / prei                                        2 batang
  • Daun seledri                                                    2 batang
  • Bawang putih                                                 5 siung
  • Bawang Bombay                                            1 buah
  • Merica bubuk                                                  1 sdt
  • Jamur Shitake (optional)                                100 gr
  • Air                                                                   3 liter

Cara memasak:

  1. Cuci bersih ayam dari kotoran dan cabut bulu-bulu yang masih tersisa, potong menjadi berapa bagian, sesuaikan dengan ukuran panci yang dimiliki
  2. Kupas wortel, bawang putih dan bawang Bombay, cuci bersih. Bawang daun dan seledri juga dicuci bersih
  3. Cincang bawang putih, lalu tumis sebentar hingga wangi.
  4. Didihkan air di dalam panci, lalu masukan ayam setelah air mendidih.
  5. Masukan bawang putih yang sudah ditumis.
  6. Masukan bahan-bahan lainnya kedalam panci (wortel, bawang bombay, daun bawang, seledri, wortel) โ€“ saya biasanya memasukannya utuh tidak dipotong-potong
  7. Masak dengan api kecil hingga air tersisa 2/3 nya.
  8. Setelah masak, biarkan dingin
  9. Saring, lalu kemas kaldu dalam porsi-porsi kecil (biasanya 1 gelas) agar mudah digunakan, dan simpan di dalam freezer
  10. Ayam yang telah direbus bisa simpan juga untuk masakan lainnya, misalnya suwiran untuk soto-bubur ayam-yamin, dipotong-potong kecil untuk sop, dll

Cara menggunakan

  1. Ambil kaldu beku dari dalam freezer
  2. Cairkan dengan merendamnya dalam air
  3. Campurkan dalam masakan yang ingin dibuat. Jangan lupa tambahkan garam & gula saat memasak, karena kaldu belum menggunakan garam & gula.