Tragedi Jari Berkecap

Tragedi Jari Berkecap

Epha Thea

Perempuan itu mengintip dari balik pintu dapur. Ia meringis kesakitan, memegangi perutnya yang merasa mual sekaligus lapar. Lapar bukan karena tak ada makanan tapi karena kehilangan selera makannya.

Di meja ruang makan, keluarga majikan beserta kelima orang tamunya tengah lahap menikmati menu yang ia hidangkan: daging ayam berbumbu kecap.

Di antara suara sumpit yang beradu dengan mangkuk, terdengar komentar salah seorang tamu. “Menu ini menurutku adalah masakan ayam bumbu kecap paling enak yang pernah kunikmati.”

Perempuan di balik pintu itu sudah tak tahan, ia pergi ke toilet lagi. Untuk kesekian kalinya ia memuntahkan semua isi perutnya yang masih tersisa. Kemudian ia terduduk lemas di balik pintu kamar mandi, airmatanya mengalir perlahan. Hatinya merasa pilu seraya meratapi jari telunjuknya yang teriris sekian mili dan potongan jari beserta darahnya menjadi bagian dari bumbu masakan untuk makan malam majikannya.

 

Diambil dari buku “Bacaan Selepas Kerja“, 2016. Diterbitkan oleh Kunci Cultural Studies Center.